Peran, Tanggung Jawab dan Hak Pramuwisata


Dalam melaksanakan tugasnya, pramuwisata harus memahami batasan-batasan wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan perjanjian kerja/peraturan/job diskripsi yang berlaku pada perusahaan tempat dia bekerja dan mentaati kode etik pramuwisata.

Pekerjaan pemanduan adalah pekerjaan yang dituntut untuk membina jejaring kerja antar perusahaan pemasok jasa yang terkait dengan layanan pemanduan wisata, antara lain:

  • Perusahaan (Biro Perjalanan) yang menugasinya, Perusahaan berhak memperoleh hasil yang terbaik dari petugas/karyawannya (termasuk pramuwisata) sebagai imbalan atas gaji yang diterimanya. Setiap selesai melaksanakan pekerjaan, pramuwisata harus memberikan laporan secara lengkap sesuai dengan ketentuan perusahaan. Seorang pramuwisata bisa bekerja untuk beberapa perusahaan; jangan sekali-kali mengeluarkan perkataan yang dapat menyinggung perasaan perusahaan tempat bekerja, tentang perjalanan-perjalanan mereka dan teman sekerja.
  • Para penyedia pelayanan tour, Seorang pramuwisata harus menjalin kerjasama yang baik dengan para supplier agar mereka dapat menyerahkan kontrak kontrak mereka kepada perusahaan.
  • Teman-teman sejawat industri, Seorang pramuwisata harus bergabung dengan teman-teman sekerja; jangan melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat mempermalukan teman-teman sekerja; harus membagi informasi secara terbuka, yang dapat memajukan pekerjaan bidang pramuwisata.
  • Para peserta tour/wisatawan, Wisatawan telah mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk mengikuti tour, dan berhak untuk mendapatkan layanan yang terbaik; pramuwisata bertanggungjawab atas kebahagiaan, kenyamanan dan keselamatan mereka. Mereka telah membayar untuk suatu keahlian dan pengetahuan, dan berhak untuk mendapatkannya. Semua informasi yang diberikan pada para wisatawan harus didasarkan pada kebenaran dan kejujuran dan dijamin tepat dan mutakhir. Pramuwisata dalam tugasnya harus memperlakukan setiap wisatawan sebagai VIP (orang penting) tanpa pilih kasih, dan harus memberikan pelayanan sesuai yang dipromosikan.
  • Masyarakat lokal (pertimbangan kebudayaan dan lingkungan), Seorang pramuwisata harus menghargai penduduk setempat, hak-hak dan kepercayaan mereka. Para anggota rombongan/wisatawan harus diberi penerangan tentang adat istiadat setempat.Mereka perlu diberikan pengetahuan tentang sifat khusus kebudayaan lain, dan diusahakan adanya pengertian akan hal ini diantara para peserta. Beri pengarahan mengenai persoalan lingkungan, misalnya berjalan pada jalan setapak yang sudah ditandai, memungut sampah, menggunakan barang bekas untuk daur ulang dan harus selalu diberi contoh.
  • Diri sendiri, Pramuwisata harus mempertahankan mutu layanan yang tinggi dengan selalu menambah pengetahuan dan keterampilan dan belajar menggunakannya secara efektif; harus berusaha untuk mencapai taraf pelayanan yang tinggi dan selalu bertingkah laku secara professional
  • Memahami hal-hal yang berhubungan dengan asuransi perjalanan, baik bagi wisatawan dan dirinya. Hal ini sangat penting untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan seperti :
    o Mendadak sakit dan perlu dirawat/pengobatan di Rumah Sakit
    o Kecelakaan dalam perjalanan atau pada obyek wisata
    o Kehilangan barang/dokumen berharga
  • Pertimbangan etis lainnya:
    Tidak meminta tip dan memaksa para wisatawan untuk berbelanja ke
    toko-toko yang menawarkan komisi untuk pramuwisata.
Baca juga :  Pengertian Pariwisata, Wisatawan dan Objek Wisata

Referensi :

  • Nuriata. 1995. Pemanduan Wisata. Depdikbud. Jakarta
  • Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Kejuruan Bisnis dan
  • Pariwisata, 2002, Tour Guiding, Wardhani UE, .
  • PPPPTK Bisnis dan Pariwisata. 2005. Layanan Transfer,, Purwanto Joko,
  • Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. 2006. Kenali Negrimu, Jakarta

 

Scroll to Top