Persyaratan Pramuwisata


Secara formal untuk menjadi seorang pramuwisata (Tour Guide) sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi No.KM.82/PW.102/MPPT-88 tanggal 17 September 1998, khususnya dalam Pasal 8 Bab III, syarat-syarat untuk menjadi pramuwisata ditentukan sebagai berikut:

Untuk menjadi pramuwisata dan pengatur wisata diisyaratkan memiliki sertifikasi sebagai hasil mengikuti kursus dan ujian, serta diberikan tanda pengenal (badge) sebagai ijin operasional.

Materi ujian, bentuk sertifikat, dan tanda pengenal (badge) pramuwisata dan pengatur wisata ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pariwisata.

Sertifikat dan tanda penegenal (badge) pramuwisata oleh Gubernur Kepala daerah Tingkat I atau pejabat yang ditunjuk.

 

Untuk mengikuti kursus dan ujian Pengatur Wisata disyaratkan:

  • Warga Negara Indonesia;
  • Umur serendah-rendahnya 25 (duapuluh lima) tahun;
  • Menguasai bahasa Indonesia dan salah satu bahasa asing dengan lancar;
  • Memiliki keterampilan membawa rombongan wisata;
  • Memiliki sertifikat Pramuwisata Madya atau telah berpengalaman di bidang pramuwisata selama 5 (lima) tahun;
  • Mempunyai pengetahuan dan mampu secara mendalam mengenai ilmu bumi pariwisata, kependudukan, pemerintahan, sejarah dan kebudayaan serta atraksi pariwisata di seluruh Indonesia;
  • Pendidikan serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas.
Baca juga :  Peran, Tanggung Jawab dan Hak Pramuwisata

 

Untuk mengikuti kursus dan ujian Pramuwisata Muda disyaratkan:

  • Warga Negara Indonesia;
  • Umur serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun;
  • Menguasai bahasa Indonesia dan salah satu bahasa aing dengan lancar;
  • Mempunyai pengetahuan dan mampu secara mendalam mengenai ilmu bumi pariwisata, kependudukan, pemerintahan, sejarah dan kebudayaan daerah Tingkat II tempat Pramuwisata Muda dan Daerah Tingkat I secara umum; e. Pendidikan serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas.
  • Untuk mengikuti kursus dan ujian Pramuwisata Madya disyaratkan sebagai berikut:
  • Warga Negara Indonesia;
  • Umur serendah-rendahnya 22 (duapuluh dua) tahun;
  • Menguasai bahasa Indonesia dan salah satu bahasa asing dengan lancar;
  • Mempunyai pengetahuan dan mampu secara mendalam mengenai ilmu bumi pariwisata, kependudukan, pemerintahan, sejarah dan kebudayaan daerah Tingkat I tempat Pramuwisata Madya dan Indonesia secara umum;
  • Memiliki kemampuan membawa rombongan wisata;
  • Memiliki sertifikat Pramuwisata Muda atau telah berpengalaman di bidang Pramuwisata selama 3 (tiga) tahun;
  • Pendidikan serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas.
Baca juga :  Kode etik Pramuwisata Indonesia

Prosedur di atas harus dipenuhi setiap orang yang berkeinginan untuk menjadi seorang pramuwisata Hal ini dianggap perlu karena pemerintah saat ini sedang melakukan penertiban terhadap pramuwisata liar yang tidak terdaftar demi menjaga nama baik korps pramuwisata dari petualang Indonesia yang tidak bertanggungjawab serta sering merusak citra pariwisata Indonesia.

 


 

 

 


Referensi :

  • Nuriata. 1995. Pemanduan Wisata. Depdikbud. Jakarta
  • Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Kejuruan Bisnis dan
  • Pariwisata, 2002, Tour Guiding, Wardhani UE, .
  • PPPPTK Bisnis dan Pariwisata. 2005. Layanan Transfer,, Purwanto Joko,

 

Scroll to Top