Conditional Sentences


Conditional sentences adalah kalimat pengandaian untuk mengungkapkan keinginan atau harapan atau rencana yang akan terwujudi atau atau tidak di waktu lampau, sekarang atau yang akan datang. Conditonal sentences terdiri dari dua bagian, yaitu anak kalimat (subordinate clause / If  clause) dan induk kalimat (main clause). If-clause dapat menempati awal atau tengah kalimat. Tetapi jketika if-clause menempati awal kalimat, koma ditempatkan sebelum main clause. Ada empat tipe conditional sentences yaitu :Conditional Type 0, type 1, type 2, type 3, dan type 4. 


Conditional Senctence Type 0

Type 0 atau Zero conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) selalu terwujud karena merupakan scientific fact (fakta ilmiah) atau general truth (kebenaran umum) yang merupakan habitual activity (kebiasaan).

Rumus dan Type 0

if + simple present, simple present

Contoh :

  • When people smoke cigarettes, their health suffers (Ketika orang merokok, kesehatan mereka menderita)
  • IF we burn paper, It becomes ash  (Jika kita membakar kertas, kertas tersebut menjadi abu)
  • I feel sick If I eat too much (Saya merasa sakit jika saya makan terlalu banyak)

    Conditional Sentence Type 1

    Conditional sentence type 1 atau first conditional digunakan digunakan untuk mengatakan suatu angan-angan atau keinginan yang mungkin diperoleh atau terjadi ketika syarat yang ada pada anak kalimat terpenuhi, Begitu juga sebaliknya, apabila syarat tidak terpenuhi maka suatu angan-angan atau keinginan tidak mungkin diperoleh atau terjadi.

    Ada tiga tiga bentuk ungkapan yang biasa digunakan untuk type 1, yaitu :

     

    If clause (Real Condition) Main Clause
    Habit If it rains I drive to work
    Future If it rains I will drive to work
    Command If it rains Drive to work

     

    Baca juga :  Reciprocal Pronoun

    Contoh lain :

    If he studies hard, he will pass the examination

    If he studies hard disebut anak kalimat, dan he will pass the examination adalah induk kalimat.
    Penggunaannya bisa dibalik dengan menempatkan induk kalimat di depan lalu diikuti anak kalimat tetapi tanpa koma :
    He will pass the examination If he studies hard.
    Contoh diatas memberi pengertian apabila syarat yang ada pada anak kalimat (If he studies hard) dipenuhi, maka dia akan lulus ujian (he will pass the examination). Dengan kata lain conditional sentence bentuk 1 memberi pengertian akan adanya suatu kemungkinan tetapi tergantung pada syaratnya terpenuhi atau tidak.
    • I will go if he gives me the money. (Saya akan pergi jika dia memberi saya uang.)
    • If he gives me the money, I will go (jika dia memberi saya uang, saya akan pergi.)
    • He can do it, if he has time. (Dia bisa melakukannya, jika dia punya waktu.)
    • Will you do it if I ask you ? (Maukah kamu melakukan nya jika saya meminta mu ?)
    • He will not pass the exam if he doesn’t study hard. (Dia tidak akan lulus ujian jika dia tidak belajar rajin.)

        Conditional Sentence Type 2
        Digunakan untuk mengatakan suatu angan-angan atau keinginan yang kecil kemungkinannya terjadi, atau hampir tidak mungkin diperoleh atau terjadi.
        Pelajari contoh berikut :
        Rizal wants to call leza but he can’t do this because he doesn’t know her phone number. He says :
        If I knew her number, I would call her.
        Tom berkata : If I knew her number …”. kalimat terebut memberitahukan bahwa dia berangan-angan atau berandai-andai jika dia tahu nomor telepon Leza …. faktanya adalah dia tidak tahu nomor telepon Leza.
        Ketika anda membayangkan situasi seperti ini, anda harus menggunakan kalimat past tense. (I did / I was / I knew / etc.) setelah if, tetapi fakta yang terjadi pada saat berbicara adalah present.
        Rizal would travel if he had more money.
        Fact : He doesn’t have much money.
        We wouldn’t have any money if we didn’t work. 
        Fact :We work
        Penggunaan to be dalam conditional type 2 lebih lazim menggunakan were untuk semua subject.
        Contoh :
        If I were you, I wouldn’t buy that coat.
        I’d go out if it weren’t raining.
        If I were rich, I wouldn’t buy a plane.
        Untuk conditional type 2 kita juga bisa menggunakan wish, untuk mengatakan bahwa hasil tidak sesuai dengan yang diharapakan.
        I wish I knew Leza’s Phone number. 
        Fact : I don’t know Leza’s Phone number. 
        I wish it didn;t rain so much in Bogor.
        Fact : It rains a lot.
        I wish I didn’t have to study.
        Fact : I have to work.

        Conditional Sentence Type 3
        Conditional sentence type 3 digunakan untuk mengatkan suatu kondisi atau hasil yang tidak terjadi atau tidak mungkin terjadi pada waktu lampau.
        Pelajari contoh situasi berikut ini :
        Last month Nadira was ill, Fabiyan didn’t know this, So he didn’t go to see her. They met again after Nadira got better. Fabiyan said :
        If I had known that you were ill, I would have gone to see you.
        The fact is Fabiyan didn’t kknow that Nadiria was ill, So he says If Ihad known …
        untuk conditional type 3 ini, pola yang digunakannya adalah …
        If + Subject + had + verb 3 (Past participle), Subject would have +  verb 3 (Past participle)
        If I had known that you were ill, I would have gone to see you.
        Contoh lainnya :
        If I had gone to the leza’s birthaday, I would have seen her for the last time.
        Fact : I didn’t see leza (at the past)
        Rizal got to the station in time. If he had missed the train, he would have been late for his interview.
        Fact :He didn’t miss the train

        Kesimpulan untuk conditional type 1,2, dan 3 adalah sebagai berikut :
        Type 1 :
        If + Subject + Present, Subject + Will + V1 (Present)
        If Nadira studies hard she, will pass the examnination.
        Nadira akan bisa lulus atau tidak tergantung apakah dia belajar keras atau tidak. Kalau belajar keras kemungkinan akan lulus tetapi jika tidak belajar keras maka akan sebaliknya.
        Type 2 :
        If + Subject + Past, Subject + Would + V1 (Present)
        If Nadira studied hard, she would pass the examnination.
        Kalimat tersebut adalah pengandaian jika nadira pada waktu lampau belajar keras maka dia akan lulus ujian (pada waktu sekarang ini), tetapi  kenyataan atau fakta dari kalimat tersebut adalah Nadira tidak lulus ujian.: Nadira doesn’t pass the examination at present.
        Type 3 :
        If + Subject + Had + V3 (Past participle), Subject + Would + Have + V3 (Past Participle) 
        If Nadira had studied hard, She would have passed the examination
        Situasi atau kondisi yang tidak terjadi atau sesuai harapan pada waktu lampau. Nadira pada waktu lampau tidak lulus ujian karena dia tidak belajar keras pada waktu itu.

         

        Baca juga :  Adjective and Adverb
        Scroll to Top