Pengembangan Mice di Indonesia


Pemerintah menetapkan target sebanyak 2 juta wisatawan MICE akan berkunjung ke Indonesia pada tahun 2019. Apakah target tersebut bisa terwujud?

Kedatangan wisatawan MICE ke Indonesia memang tidak sebanyak wisatawan leisure, tetapi lamanya kunjungan dan banyaknya uang yang dibelanjakan wisatawan MICE menjadi daya tarik sendiri. Berdasarkan data dari ICCA (International Congress & Convention Association) yang dirilis pada 2012, jumlah devisa yang dikeluarkan oleh wisatawan MICE adalah tujuh kali lipat dari wisatawan biasa. Wisatawan MICE umumnya diklasifikasikan sebagai “quality tourist” yang cenderung tinggal lebih lama dan menghabiskan uang lebih banyak dari wisatawan biasa.

1

2

Menurut Reitha Fariza Hanividya, S.E., Kepala Sub Bidang Olahraga dan MICE Kementerian Pariwisata, pada seminar The 5th MICE DISCOVERY yang diadakan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti pada 7 Mei 2018, saat ini ada beberapa masalah utama yang menghambat pertumbuhan industri MICE di Indonesia, yaitu tidak adanya pengembangan destinasi MICE, kekurangan data MICE, dan keanggotaan Indonesia pada Asosiasi MICE Dunia.

Baca juga :  Pramuwisata : Fungsi dan Uraian Tugas

Saat ini fokus pengembangan destinasi yang dilakukan pemerintah adalah pada 10 Destinasi Wisata Prioritas yang merupakan wisata leisure. Padahal, destinasi MICE lebih bersifat bisnis yang mempunyai karakteristik sangat berbeda dibandingkan dengan leisure. Diharapkan dalam pengembangan tersebut menjadikan 10 destinasi wisata tersebut memenuhi kriteria sebagai destinasi MICE.

Untuk pengembangan destinasi MICE fokusnya adalah di tujuh kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Lombok, sambil mendorong destinasi potensial MICE lainnya menjadi destinasi existing seperti Bali dan Jakarta. Pengembangan destinasi yang dilakukan pada dua hal utama, yaitu pengembangan melalui 3 A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas) dan pengembangan SMI (SDM, Masyarakat, Industri).

Baca juga :  Objek Wisata di Bogor, Jawa Barat

3

Reitha menjelaskan, untuk melengkapi data MICE, pemerintah telah memasukkan Updating Pemetaan dan Pendataan di 16 Destinasi MICE ke dalam strategi pengembangan wisata MICE tahun 2015-2019, yaitu berupa digitalisasi data dan membangun database MICE yang akurat dan berkelanjutan.

Sementara untuk menambah keanggotaan pada asosiasi internasional, pemerintah perlu mendorong industri dan pelaku MICE untuk menjadi anggota asosiasi internasional serta memanfaatkan benefitnya. Pemerintah juga seharusnya selain memberikan dukungan pada event MICE yang sudah ada, juga perlu memberi dukungan membawa event MICE ke Indonesia.


Sumber :

  • https://venuemagz.com/news/pengembangan-mice-di-indonesia
Scroll to Top