Tata Krama Pramuwisata


Tata krama pramuwisata itu adalah kumpulan kaidah-kaidah yang telah disepakati bersama untuk digunakan sebagai pedoman karena kaidah tersebut timbul dari hakikat kedudukan tugas serta tanggung jawabnya sebagai seorang pramuwisata. Seorang pramuwisata akan datang dan mempunyai kepribadian yang kuat bilamana ia dapat mengikuti tata karma yang diharapkan dapat menuntunnya dalam praktek, terhadap tindakan-tindakan yang harus dilaksanakan yaitu hal-hal sebagai berikut :

  1. Ingat bahwa tugasnya bukan hanya sebagai pramuwisata saja, tetapi yang lebih penting adalah perananannya untuk mewakili negaranya sendiri. Tingkah laku akan member kesan, bagaimana keadaan negara yang sebenarnya.
  2. Berpakaian yang rapi, sehingga dapat memberikan kesan bahwa pramuwisata sanggup dan dapat mengurus diri sendiri.
  3. Bertindaklah secara sopan dan jangan gugup atau gemetar dan ciptakanlah suatu kegembiraan dalam perjalanan dengan membuat humor yang sehat.
  4. Hilangkan prasangka-prasangka negatif tentang negara lain, kepercayaannya, kebiasaannya, politik yang dianutnya dan hindarkan semua percakapan yang dapat melukai perasaan wisatawan.
  5. Ikutilah peraturan, kebiasaan dan adat istiadat bangsa wisatawan yang sedang menjadi tamu itu.
  6. Berilah pelayanan yang sama terhadap semua anggota rombongan dan jangan sekali-kali pilih kasih dengan memberikan keistimewaan kepada seseorang atau yang muda saja.
  7. Berusahalah selalu memberi jawaban dengan cepat dan singkat. Bila ada suatu masalah yang tidak diketahui, lebih baik mengaku tidak tahu daripada memberikan informasi yang salah.
  8. Selama dalam bertugas, hindarkanlah membicarakan masalah pribadi wisatawan, kecuali bila sudah merasa dekat dengannya dan janganlah menerima hadiah atau tip selama masih dalam keadaan bertugas.
  9. Jangan sekali-kali merekomendasikan kepada seseorang untuk mengunjungi suatu tempat, bila pramuwisata sendiri belum pernah datang ke tempat tersebut dan jangan membawa rombongan ke daerah-daerah terlarang.
  10. Seorang pramuwisata harus dapat menahan dirinya untuk memberikan kritik terhadap pelayanan yang diberikan oleh Biro Perjalanan Wisata lainnya.
Baca juga :  Objek Wisata di Bogor, Jawa Barat

Referensi :

  • Nuriata. 1995. Pemanduan Wisata. Depdikbud. Jakarta
  • Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Kejuruan Bisnis dan
  • Pariwisata, 2002, Tour Guiding, Wardhani UE, .
  • PPPPTK Bisnis dan Pariwisata. 2005. Layanan Transfer,, Purwanto Joko,
  • Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. 2006. Kenali Negrimu, Jakarta

 

Scroll to Top